Senin, 19 Maret 2012

Pria lebih memilih melajang lebih lama

Seringkali kita mendengar pria lebih memilih untuk melajang lebih lama dengan alasan-alasan ekonomi. Lebih spesifiknya ingin punya rumah pribadi, punya mobil, punya gaji sekian juta / bulan terlebih dahulu serta tabungan beberapa ratus juta untuk sebuah pesta pernikahan .
Karenanya, sebelum mencapai pernikahan, para pria bekerja ekstra keras mengumpulkan uang demi mendapatkan kemapanan. Salahkah hal ini ? Tentu saja tidak . Sudah selayaknya semua orang untuk punya kehidupan yang aman secara finansial saat berumah tangga untuk memberikan kenyamanan bagi istri dan anak.
Tetapi, pada saat kemapanan itu sudah dimiliki,ada situasi yang bisa menjebak para pria….
Saat seorang pria sudah begitu kaya, maka semua jenis wanita akan datang kepadanya menawarkan cinta. Dan akhirnya semua itu akan menjadi buram dan terbersit keraguan, apakah mereka datang karena cinta yang tulus atau hanya mencintai kekayaan yang dimiliki pria itu.
Jika pria itu salah memilih maka akhirnya sesuatu yang buruk akan terjadi, sehingga pria itu menyesal kenapa bisa menjadi begitu kaya.
Suatu kewajaran bukan? Wanita mana yang tidak akan datang bila sang pria begitu tampan, cerdas, kaya & muda? Semua ingin merasakan Jaguarmu,tidur di atas Tempur Pedicmu, tinggal di pent housemu & b’dampingan dengan pria berjas Kiton.
Ini merupakan gambaran bahwa uang bisa memanipulasi perasaan… dan parahnya itu adalah uangmu!
Bila saat ini kamu memiliki mobil dan kehidupan yang cukup mapan & seorang pacar, kamu tidak akan pernah tau, apakah wanita ini masih mencintaimu jika suatu saat kamu hanya naik sepeda motor, tidak lagi punya rumah pribadi & hanya ada menu tempe di meja makan. Tahukah kamu? Tidak……( roda kehidupan terus berputar bukan ? )
Karena dia datang ketika kamu bisa memberikannya kenyamanan-kenyamanan finansial yang dia idam-idamkan.
Cintakah yang kamu punya? Bukan! Kamu hanya memiliki wanita yang mencintai kenyamanan yang bisa kamu sediakan.
Beruntunglah bagi pasangan yang telah menikah dan mereka berdua memulainya dari bawah. Mensyukuri mobil mereka, karena mereka berdua pernah merasakan panas-hujan dengan sepeda motor. Menyenangi spring bed baru mereka, karena mereka berdua pernah tidur bersama di atas sebuah kasur busa kecil. Terharu degan rumah pribadi mereka, karena dulu mereka pernah tinggal hanya di sebuah kost.
Beruntunglah para pria yang memiliki wanita yang begitu mencintai mereka & mendampingi di saat-saat perjuangan menuju kehidupan yg lebih baik.
 Hari ini,, belajarlah untuk menghargai pasanganmu bukan karena kekayaannya.. !

Asal Usul Hari Valentine

Asal Usul Hari Valentine – Pada zaman modern ini, hari Valentine didominasi oleh hati berwarna pink dan yang dipanah oleh Cupid. Padahal asal-usul perayaan ini justru sangat berbeda jauh dengan simbol-simbol cinta ini. Valentine sebenarnya adalah seorang biarawan Katolik yang menjadi martir. Valentine dihukum mati oleh kaisar Claudius II karena menentang peraturan yang melarang pemuda Romawi menjalin hubungan cinta dan menikah karena mereka akan dikirim ke medan perang.
Ketika itu, kejayaan kekaisaran Romawi tengah berada di tengah ancaman keruntuhannya akibat kemerosotan aparatnya dan pemberontakan rakyat sipilnya. Di perbatasan wilayahnya yang masih liar, berbagai ancaman muncul dari bangsa Gaul, Hun, Slavia, Mongolia dan Turki. Mereka mengancam wilayah Eropa Utara dan Asia. Ternyata wilayah kekaisaran yang begitu luas dan meluas lewat penaklukan ini sudah memakan banyak korban, baik dari rakyat negeri jajahan maupun bangsa Romawi sendiri. Belakangan mereka tidak mampu lagi mengontrol dan mengurus wilayah yang luas ini.
Untuk mempertahankan kekaisarannya, Claudius II tak henti-hentinya merekrut kaum pria Romawi yang diangap masih mampu bertempur sebagai tentara yang siap diberangkatkan ke medan perang. Sang kaisar melihat tentara yang mempunyai ikatan kasih dan pernikahan bukanlah tentara yang bagus. Ikatan kasih dan batin dengan keluarga dan orang-orang yang dicintai hanya akan melembekkan daya tempur mereka. Oleh karena itu, ia melarang kaum pria Romawi menjalin hubungan cinta, bertunangan atau menikah.
Valentine, sang biarawan muda melihat derita mereka yang dirundung trauma cinta tak sampai ini. Diam-diam mereka berkumpul dan memperoleh siraman rohani dari Valentine. Sang biarawan bahkan memberi mereka sakramen pernikahan. Akhirnya aksi ini tercium oleh Kaisar. Valentine pun dipenjarakan. Oleh karena ia menentang aturan kaisar dan menolak mengakui dewa-dewa Romawi, dia dijatuhi hukuman mati.
Di penjara, dia bersahabat dengan seorang petugas penjara bernama Asterius. Petugas penjaga penjara ini memiliki seorang putri yang menderita kebutaan sejak lahir. Namanya Julia. Valentine berusaha mengobati kebutaannya. Sambil mengobati, Valentine mengajari sejarah dan agama. Dia menjelaskan dunia semesta sehingga Julia dapat merasakan makna dan kebijaksanannya lewat pelajaran itu.
Julia bertanya,
“Apakah Tuhan sungguh mendengar doa kita?”
“Ya anakku. Dia mendengar setiap doa kita.”
“Apakah kau tahu apa yang aku doakan setiap pagi? Aku berdoa supaya aku dapat melihat. Aku ingin melihat dunia seperti yang sudah kau ajarkan kepadaku.”
“Tuhan melakukan apa yang terbaik untuk kita, jika kita percaya pada-Nya”, sambung Valentine.
“Oh, tentu. Aku sangat mempercayai-Nya”, kata Julia mantap. Lalu, mereka bersama-sama berlutut dan memanjatkan doa.
Beberapa minggu kemudian, Julia masih belum mengalami kesembuhan. Hingga tiba saat hukuman mati untuk Valentine. Valentine tidak sempat mengucapkan perpisahan dengan Julia, namun ia menuliskan ucapan dengan pesan untuk semakin dekat kepada Tuhan. Tak lupa ditambahi kata-kata, “Dengan cinta dari Valentin-mu” (yang akhirnya menjadi ungkapan yang mendunia). Ia meninggal 14 Februari 269. Valentine dimakamkan di Gereja Praksedes Roma.
Keesokan harinya , Julia menerima surat ini. Saat membuka surat, ia dapat melihat huruf dan warna-warni yang baru pertama kali dilihatnya. Julia sembuh dari kebutaannya.
Pada tahun 496, Paus Gelasius I menyatakan 14 Februari sebagai hari peringatan St. Valentine. Kebetulan tanggal kematian Valentine bertepatan dengan perayaan Lupercalia, suatu perayaan orang Romawi untuk menghormati dewa Kesuburan Februata Juno. Dalam perayaan ini, orang Romawi melakukan undian seksual! Caranya, mereka memasukkan nama ke dalam satu wadah, lalu mengambil secara acak nama lawan jenisnya. Nama yang didapat itu menjadi pasangan hidupnya selama satu tahun. Lalu pada perayaan berikutnya mereka membuang undi lagi.
Rupanya Paus tidak suka pada cara perayaan ini. Karena itulah, gereja sedikit memodifikasi perayaan ini. Mereka memasukkan nama-nama santo dalam kotak itu. Selama setahun, setiap orang akan meneladani santo yang tertulis pada undian yang diambilnya. Untuk membuat acara itu sedikit lucu, gereja juga memasukkan nama Simeon Stylites. Orang yang mengambil nama ini dianggap apes alias tidak mujur, soalnya Simeon menghabiskan hidupnya di atas pillar, tidak beranjak satu kali pun.
Nama Valentine lalu diabadikan dalam festival tahunan ini. Di festival ini, pasangan kekasih atau suami istri Romawi mengungkapkan perasaan kasih dan cintanya dalam pesan dan surat bertuliskan tangan. Di daratan Eropa, tradisi ini berkembang dengan menuliskan kata-kata cinta dan dalam bentuk kartu berhiaskan hati dan dewa Cupid kepada siapapun yang dicintainya. Atau memberi perhatian kecil dengan bunga, coklat dan permen.
Di zaman modern, kebiasaan menulis surat dengan tangan diangap tidak praktis. Lagipula, tidak setiap orang bisa merangkaikan kata-kata yang romantis. Lalu muncullah kartu valentine yang dianggap lebih praktis. Kartu Valentine modern pertama dikirim oleh Charles seorang bangsawan Orleans kepada istrinya, tahun 1415. Ketika itu dia mendekam di penjara di Menara London. Kartu ini masih dipameran di British Museum. Di Amerika, Esther Howland adalah orang pertama yang mengirimkan kartu valentine. Kartu valentine secara komersial pertama kali dibuat tahun 1800-an.
Sayangnya, dari hari ke hari, perayan Valentine telah kehilangan makna yang sejati. Semangat kasih dan pengorbanan St. Valentine telah dikalahkan oleh nafsu komesialisasi perayaan ini.

Kehidupan adalah anugerah

Yang tinggal di gunung merindukan​ pantai.
Yang tinggal di pantai merindukan​ gunung.
Di musim kemarau merindukan​ musim hujan.
Di musim hujan merindukan​ musim kemarau.
Yang berambut hitam mengagumi yang pirang.
Yang berambut pirang mengagumi yang hitam.
Diam di rumah merindukan​ bepergian.
Setelah bepergian merindukan​ rumah.
Ketika masih jadi karyawan ingin jadi Entreprene​ur supaya punya time freedom…
Begitu jadi Entreprene​ur ingin jadi karyawan, biar gak pusing…
Waktu tenang mencari keramaian.
Waktu ramai mencari ketenangan​.
Saat masih bujangan, pengen punya suami ganteng/is​tri cantik.
Begitu sudah dapat suami ganteng/is​tri cantik, pengen yang biasa2 saja, bikin cemburu aja/ takut selingkuh.​.
Punya anak satu mendambaka​n banyak anak.
Punya banyak anak mendambaka​n satu anak saja.
Kita tidak pernah bahagia sebab segala sesuatu tampak indah hanya sebelum dimiliki.
Namun setelah dimiliki tak indah lagi.
Kapankah kebahagiaa​n akan didapatkan​ kalau kita hanya selalu memikirkan​ apa yang belum ada, namun mengabaika​n apa yang sudah dimiliki tanpa rasa syukur ?
“Semoga kita jd pribadi yang selalu bersyukur.​.Yg snantiasa​ b’syukur dngn berkah yg sudah kita miliki”.
“Bagaimana​ mungkin selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini?
Jangankan bumi, menutupi telapak tangan saja sulit.
Namun bila daun kecil ini menempel di mata kita, maka tertutupla​h bumi!”
Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apapun maka kita akan melihat keburukan di mana-mana.
Bumi ini pun akan tampak buruk.
Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun kecil.
Jangan menutupi hati kita, walaupun hanya dengan sebuah pikiran buruk/nega​tif!

Bila hati kita tertutup, tertutuplah semua…
Syukuri apa yg ada, karena hidup adalah anugerah bagi jiwa-jiwa yg ikhlas.

Cerita-Cerita Lucu

Pak, Ada Kembaliannya Gak?
Suatu hari pas gua pulang sekolah naik angkot, gua nggak sadar pas mau bayar ongkos, tau-tau cuma ada uang 50.000. Trus, pas gua tanya, “Pak, ada kembaliannya nggak?” dia bilang “Ya udah ga usah bayar.”
Beberapa hari kemudian, gua kecapekan habis main basket, jadi nggak sadar gua ketiduran di angkot. Padahal duit 1000 satu-satunya yang gua genggam di tangan itu udah terbang entah kemana. Gua bingung.Padahal gua nggak punya duit sepeser pun. Lagian gua penumpang terakhir. Akhirnya, pas turun, gua bilang aja, “Pak, uangnya 50.000.Ada kembalian nggak?” Tau-tau dia bilang ada. Mampus deh gua. Udah gitu, gua akhirnya pura-pura ngodok-ngodok saku gua. Trus akhirnya gua bilang, “Aduh mana ya Pak? Tadi ada kok!” Eh, taunya dia bilang, “Udah nggak usah bayar, soalnya tadi uang kamu yang seribu terbang ke kursi depan. Makanya dek, kalau diangkot jangan ketiduran.”
Waaahh… slamet deh gua.
Disunat Pak Mantri
Ini cerita di sewaktu saya masih duduk di kelas 6 SD, waktu itu temen2 saya yang sebaya udah pada pada sunat semua karena merasa malu belum di sunat saya minta ke orang tua untuk di sunat. Karena orang tua juga senang saya mau di sunat, besok pagi saya di bawa ke mantri (klinik). Si mantri mempersilah kan saya naik ke tempat tidurnya, dengan memberanikan diri saya langsung naik ke tempat tidur.engga berapa lama selesai saya di sunat, alangkah senangnya karena engga merasa sakit.
Trus si mantri mempersilahkan turun karena sudah selesai saya langsung aja pergi keluar untuk pulang.kemudian si mantri memanggil saya karena saya belum di suntik, saya kembali beranikan diri untuk naik ke tempat tidur namun si mantri bilang :
“Engga usah naik di sini aja, buka sarungnya”
Dengan posisi lagi nungging si mantri menyuntik pantat saya. Karena saya terkejut saya secara reflex saya kentut… aduh malu banget sama tuh mantri karena muka si mantri pas di belakang pantat saya…

CERITA LUCU ISLAMI : KHUSYUK

Nasrudin sedang berada dimasjid, duduk khusyuk berdoa dideretan orang-orang yang alim.
Tiba-tiba salah seorang diantara mereka nyeletuk, ”Aku ragu.., jangan-jangan kompor dirumah masih menyala.”
Orang yang duduk disebelahnya berkata: ”Dengan bicara begitu, doamu batal lho.
Kamu harus mulai lagi dari awal.”
”Kamun juga,” kata orang yang duduk disebelah orang yang kedua ini.
”Alhamdulillah!!” kata Nasrudin keras-keras”, Untung aku tidak bicara.”

CERITA LUCU DARI PAPUA

Skali Pace Yaklep mabuk berat malam minggu, Yaklep trus tidur deng teman-teman di got samping gereja. Begitu lonceng minggu pagi berbunyi dorang kaget trus bangun dan ikut masuk di gereja. Pace Yaklep de pace Kon dorang duduk rapi di bangku belakang trus hari itu pendeta sedang cerita mengenai mujizat Nabi Musa menyebrangi laut.
Tapi dorang dua bingung geleng–geleng kepala bagaimana mungkin Musa bisa menyebrang laut yah, terus jemaat semua berdiri dan menyanyikan lagu : “Deng apa MUSA Menyebrang…? Berlayar Tidak… Berenang Tidak…” Dorang dua dibelakang langsung ikut menyanyi dan menjawab, “Mungkin Dia Molo kah…?”

CERITA LUCU ROHANI KRISTEN

Dengan bersemangat Pak Pendeta mengkhotbahkan 1 Timotius 6:7, “Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.”
Lalu terdengar komentar Didik kepada Hari yang duduk di sebelahnya, “Wah … Pak Pendeta seharusnya dengar dulu cerita saya. Orang mati tetap saja bawa harta.”
Hari bertanya dengan heran, “Maksudmu apa?”
Lalu Didik menjawab dengan serius, “Ya kayak si Jack yang meninggal 6 bulan lalu, dia membawa uang saya 3 juta rupiah.”

CERITA LUCU GUS DUR

Gus Dur sering ceplas-ceplos ketika mengkritik. Tidak terkecuali ketika mengkritik polisi. ketika ditanya wartawan sebuah televisi swasta inilah jawaban Gusdur yg memicu gelak tawa:
Wartawan: Gus.. menurut anda polisi yang paling jujur di Indonesia siapa?
Gusdur: di negeri ini hanya ada tiga polisi yang jujur. “Pertama, patung polisi. Kedua, polisi tidur. Ketiga, polisi Hoegeng (mantan Kapolri).”
spontan riuh tawapun membahana. wakakak.

Sabtu, 17 Maret 2012

Cafe Suro

Tempat nongkrong unik dengan suguhan beberapa menu makanan dan minuman yang juga unik dan kenikmatan tiada tara..hahahaha. Dengan pertunjukan music akustik yang begitu memukau juga tersaji di "Cafe Suro". Tempat sederhana dengan fasilitas yang sangat lengkap dan sangat cocok untuk nongkrong  atau bercengkerama dengan rekan bisnis, teman, pacar dan juga keluarga. Apalagi disaat waktu malam hari yang begitu sunyi senyap menyelimuti hati anda, cepatlah beranjak dari tempat duduk anda, buka pintu rumah anda dan bergegaslah datang ke "Cafe Suro", saya berani jamin rasa gelisah atau galau yang anda derita pasti lenyap dengan seketika saat kalian duduk menikmati sajian yang sudah terdaftar di menu sambil menikmati alunan music Akustik klasik yang dibawakan oleh anak-anak muda berbakat di "Cafe Suro"...
Tempatnya cukup strategis di pinggir jalan raya, di selatan Terminal Tembok rejo Muncar. Mungkin sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kalian bila saya menyebutkan "Cafe Suro"... Jangan ragu, jangan bimbang dan jangan banyak menunggu waktu yang panjang, buruan datang ke "Cafe Suro" yang sudah terkemas dengan apik di dalamnya... SELAMAT DATANG DI CAFE SURO DAN SELAMAT MENIKMATI...