Selasa, 20 Maret 2012
Senin, 19 Maret 2012
Pria lebih memilih melajang lebih lama
Seringkali kita mendengar pria lebih memilih untuk melajang lebih
lama dengan alasan-alasan ekonomi. Lebih spesifiknya ingin punya rumah
pribadi, punya mobil, punya gaji sekian juta / bulan terlebih dahulu
serta tabungan beberapa ratus juta untuk sebuah pesta pernikahan .
Karenanya,
sebelum mencapai pernikahan, para pria bekerja ekstra keras
mengumpulkan uang demi mendapatkan kemapanan. Salahkah hal ini ? Tentu
saja tidak . Sudah selayaknya semua orang untuk punya kehidupan yang
aman secara finansial saat berumah tangga untuk memberikan kenyamanan
bagi istri dan anak.
Tetapi, pada saat kemapanan itu sudah dimiliki,ada situasi yang bisa menjebak para pria….
Saat
seorang pria sudah begitu kaya, maka semua jenis wanita akan datang
kepadanya menawarkan cinta. Dan akhirnya semua itu akan menjadi buram
dan terbersit keraguan, apakah mereka datang karena cinta yang tulus
atau hanya mencintai kekayaan yang dimiliki pria itu.
Jika pria itu salah memilih maka akhirnya sesuatu yang buruk akan
terjadi, sehingga pria itu menyesal kenapa bisa menjadi begitu kaya.
Suatu
kewajaran bukan? Wanita mana yang tidak akan datang bila sang pria
begitu tampan, cerdas, kaya & muda? Semua ingin merasakan
Jaguarmu,tidur di atas Tempur Pedicmu, tinggal di pent housemu &
b’dampingan dengan pria berjas Kiton.
Ini merupakan gambaran bahwa uang bisa memanipulasi perasaan… dan parahnya itu adalah uangmu!
Bila
saat ini kamu memiliki mobil dan kehidupan yang cukup mapan &
seorang pacar, kamu tidak akan pernah tau, apakah wanita ini masih
mencintaimu jika suatu saat kamu hanya naik sepeda motor, tidak lagi
punya rumah pribadi & hanya ada menu tempe di meja makan. Tahukah
kamu? Tidak……( roda kehidupan terus berputar bukan ? )
Karena dia datang ketika kamu bisa memberikannya kenyamanan-kenyamanan finansial yang dia idam-idamkan.
Cintakah yang kamu punya? Bukan! Kamu hanya memiliki wanita yang mencintai kenyamanan yang bisa kamu sediakan.
Beruntunglah
bagi pasangan yang telah menikah dan mereka berdua memulainya dari
bawah. Mensyukuri mobil mereka, karena mereka berdua pernah merasakan
panas-hujan dengan sepeda motor. Menyenangi spring bed baru mereka,
karena mereka berdua pernah tidur bersama di atas sebuah kasur busa
kecil. Terharu degan rumah pribadi mereka, karena dulu mereka pernah
tinggal hanya di sebuah kost.
Beruntunglah para pria yang memiliki
wanita yang begitu mencintai mereka & mendampingi di saat-saat
perjuangan menuju kehidupan yg lebih baik.
Hari ini,, belajarlah untuk menghargai pasanganmu bukan karena kekayaannya.. !
Asal Usul Hari Valentine
Asal Usul Hari Valentine – Pada zaman modern ini,
hari Valentine didominasi oleh hati berwarna pink dan yang dipanah oleh
Cupid. Padahal asal-usul perayaan ini justru sangat berbeda jauh dengan
simbol-simbol cinta ini. Valentine sebenarnya adalah seorang biarawan
Katolik yang menjadi martir. Valentine dihukum mati oleh kaisar Claudius
II karena menentang peraturan yang melarang pemuda Romawi menjalin
hubungan cinta dan menikah karena mereka akan dikirim ke medan perang.
Ketika
itu, kejayaan kekaisaran Romawi tengah berada di tengah ancaman
keruntuhannya akibat kemerosotan aparatnya dan pemberontakan rakyat
sipilnya. Di perbatasan wilayahnya yang masih liar, berbagai ancaman
muncul dari bangsa Gaul, Hun, Slavia, Mongolia dan Turki. Mereka
mengancam wilayah Eropa Utara dan Asia. Ternyata wilayah kekaisaran yang
begitu luas dan meluas lewat penaklukan ini sudah memakan banyak
korban, baik dari rakyat negeri jajahan maupun bangsa Romawi sendiri.
Belakangan mereka tidak mampu lagi mengontrol dan mengurus wilayah yang
luas ini.
Untuk mempertahankan kekaisarannya, Claudius II tak
henti-hentinya merekrut kaum pria Romawi yang diangap masih mampu
bertempur sebagai tentara yang siap diberangkatkan ke medan perang. Sang
kaisar melihat tentara yang mempunyai ikatan kasih dan pernikahan
bukanlah tentara yang bagus. Ikatan kasih dan batin dengan keluarga dan
orang-orang yang dicintai hanya akan melembekkan daya tempur mereka.
Oleh karena itu, ia melarang kaum pria Romawi menjalin hubungan cinta,
bertunangan atau menikah.
Valentine, sang biarawan muda melihat
derita mereka yang dirundung trauma cinta tak sampai ini. Diam-diam
mereka berkumpul dan memperoleh siraman rohani dari Valentine. Sang
biarawan bahkan memberi mereka sakramen pernikahan. Akhirnya aksi ini
tercium oleh Kaisar. Valentine pun dipenjarakan. Oleh karena ia
menentang aturan kaisar dan menolak mengakui dewa-dewa Romawi, dia
dijatuhi hukuman mati.
Di penjara, dia bersahabat dengan seorang
petugas penjara bernama Asterius. Petugas penjaga penjara ini memiliki
seorang putri yang menderita kebutaan sejak lahir. Namanya Julia.
Valentine berusaha mengobati kebutaannya. Sambil mengobati, Valentine
mengajari sejarah dan agama. Dia menjelaskan dunia semesta sehingga
Julia dapat merasakan makna dan kebijaksanannya lewat pelajaran itu.
Julia bertanya,
“Apakah Tuhan sungguh mendengar doa kita?”
“Ya anakku. Dia mendengar setiap doa kita.”
“Apakah kau tahu apa yang aku doakan setiap pagi? Aku berdoa supaya aku
dapat melihat. Aku ingin melihat dunia seperti yang sudah kau ajarkan
kepadaku.”
“Tuhan melakukan apa yang terbaik untuk kita, jika kita percaya pada-Nya”, sambung Valentine.
“Oh, tentu. Aku sangat mempercayai-Nya”, kata Julia mantap. Lalu, mereka bersama-sama berlutut dan memanjatkan doa.
Beberapa
minggu kemudian, Julia masih belum mengalami kesembuhan. Hingga tiba
saat hukuman mati untuk Valentine. Valentine tidak sempat mengucapkan
perpisahan dengan Julia, namun ia menuliskan ucapan dengan pesan untuk
semakin dekat kepada Tuhan. Tak lupa ditambahi kata-kata, “Dengan cinta
dari Valentin-mu” (yang akhirnya menjadi ungkapan yang mendunia). Ia
meninggal 14 Februari 269. Valentine dimakamkan di Gereja Praksedes
Roma.
Keesokan harinya , Julia menerima surat ini. Saat membuka
surat, ia dapat melihat huruf dan warna-warni yang baru pertama kali
dilihatnya. Julia sembuh dari kebutaannya.
Pada tahun 496, Paus
Gelasius I menyatakan 14 Februari sebagai hari peringatan St. Valentine.
Kebetulan tanggal kematian Valentine bertepatan dengan perayaan
Lupercalia, suatu perayaan orang Romawi untuk menghormati dewa Kesuburan
Februata Juno. Dalam perayaan ini, orang Romawi melakukan undian
seksual! Caranya, mereka memasukkan nama ke dalam satu wadah, lalu
mengambil secara acak nama lawan jenisnya. Nama yang didapat itu menjadi
pasangan hidupnya selama satu tahun. Lalu pada perayaan berikutnya
mereka membuang undi lagi.
Rupanya Paus tidak suka pada cara
perayaan ini. Karena itulah, gereja sedikit memodifikasi perayaan ini.
Mereka memasukkan nama-nama santo dalam kotak itu. Selama setahun,
setiap orang akan meneladani santo yang tertulis pada undian yang
diambilnya. Untuk membuat acara itu sedikit lucu, gereja juga memasukkan
nama Simeon Stylites. Orang yang mengambil nama ini dianggap apes alias
tidak mujur, soalnya Simeon menghabiskan hidupnya di atas pillar, tidak
beranjak satu kali pun.
Nama Valentine lalu diabadikan dalam
festival tahunan ini. Di festival ini, pasangan kekasih atau suami istri
Romawi mengungkapkan perasaan kasih dan cintanya dalam pesan dan surat
bertuliskan tangan. Di daratan Eropa, tradisi ini berkembang dengan
menuliskan kata-kata cinta dan dalam bentuk kartu berhiaskan hati dan
dewa Cupid kepada siapapun yang dicintainya. Atau memberi perhatian
kecil dengan bunga, coklat dan permen.
Di zaman modern, kebiasaan
menulis surat dengan tangan diangap tidak praktis. Lagipula, tidak
setiap orang bisa merangkaikan kata-kata yang romantis. Lalu muncullah
kartu valentine yang dianggap lebih praktis. Kartu Valentine modern
pertama dikirim oleh Charles seorang bangsawan Orleans kepada istrinya,
tahun 1415. Ketika itu dia mendekam di penjara di Menara London. Kartu
ini masih dipameran di British Museum. Di Amerika, Esther Howland adalah
orang pertama yang mengirimkan kartu valentine. Kartu valentine secara
komersial pertama kali dibuat tahun 1800-an.
Sayangnya, dari hari
ke hari, perayan Valentine telah kehilangan makna yang sejati. Semangat
kasih dan pengorbanan St. Valentine telah dikalahkan oleh nafsu
komesialisasi perayaan ini.
Kehidupan adalah anugerah
Yang tinggal di gunung merindukan pantai.Yang tinggal di pantai merindukan gunung.
Di musim kemarau merindukan musim hujan.
Di musim hujan merindukan musim kemarau.
Yang berambut hitam mengagumi yang pirang.
Yang berambut pirang mengagumi yang hitam.
Diam di rumah merindukan bepergian.
Setelah bepergian merindukan rumah.
Ketika masih jadi karyawan ingin jadi Entrepreneur supaya punya time freedom…Begitu jadi Entrepreneur ingin jadi karyawan, biar gak pusing…
Waktu tenang mencari keramaian.
Waktu ramai mencari ketenangan.
Saat masih bujangan, pengen punya suami ganteng/istri cantik.
Begitu sudah dapat suami ganteng/istri cantik, pengen yang biasa2 saja, bikin cemburu aja/ takut selingkuh..
Punya anak satu mendambakan banyak anak.
Punya banyak anak mendambakan satu anak saja.
Kita tidak pernah bahagia sebab segala sesuatu tampak indah hanya sebelum dimiliki.
Namun setelah dimiliki tak indah lagi.
Kapankah kebahagiaan akan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada, namun mengabaikan apa yang sudah dimiliki tanpa rasa syukur ?
“Semoga kita jd pribadi yang selalu bersyukur..Yg snantiasa b’syukur dngn berkah yg sudah kita miliki”.
“Bagaimana mungkin selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini?
Jangankan bumi, menutupi telapak tangan saja sulit.
Namun bila daun kecil ini menempel di mata kita, maka tertutuplah bumi!”
Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apapun maka kita akan melihat keburukan di mana-mana.
Bumi ini pun akan tampak buruk.
Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun kecil.
Jangan menutupi hati kita, walaupun hanya dengan sebuah pikiran buruk/negatif!
Bila hati kita tertutup, tertutuplah semua…
Syukuri apa yg ada, karena hidup adalah anugerah bagi jiwa-jiwa yg ikhlas.
Cerita-Cerita Lucu
Pak, Ada Kembaliannya Gak?
Suatu hari pas gua pulang sekolah naik
angkot, gua nggak sadar pas mau bayar ongkos, tau-tau cuma ada uang
50.000. Trus, pas gua tanya, “Pak, ada kembaliannya nggak?” dia bilang
“Ya udah ga usah bayar.”
Beberapa hari kemudian, gua kecapekan habis main basket, jadi nggak sadar gua ketiduran di angkot. Padahal duit 1000 satu-satunya yang gua genggam di tangan itu udah terbang entah kemana. Gua bingung.Padahal gua nggak punya duit sepeser pun. Lagian gua penumpang terakhir. Akhirnya, pas turun, gua bilang aja, “Pak, uangnya 50.000.Ada kembalian nggak?” Tau-tau dia bilang ada. Mampus deh gua. Udah gitu, gua akhirnya pura-pura ngodok-ngodok saku gua. Trus akhirnya gua bilang, “Aduh mana ya Pak? Tadi ada kok!” Eh, taunya dia bilang, “Udah nggak usah bayar, soalnya tadi uang kamu yang seribu terbang ke kursi depan. Makanya dek, kalau diangkot jangan ketiduran.”
Waaahh… slamet deh gua.
Beberapa hari kemudian, gua kecapekan habis main basket, jadi nggak sadar gua ketiduran di angkot. Padahal duit 1000 satu-satunya yang gua genggam di tangan itu udah terbang entah kemana. Gua bingung.Padahal gua nggak punya duit sepeser pun. Lagian gua penumpang terakhir. Akhirnya, pas turun, gua bilang aja, “Pak, uangnya 50.000.Ada kembalian nggak?” Tau-tau dia bilang ada. Mampus deh gua. Udah gitu, gua akhirnya pura-pura ngodok-ngodok saku gua. Trus akhirnya gua bilang, “Aduh mana ya Pak? Tadi ada kok!” Eh, taunya dia bilang, “Udah nggak usah bayar, soalnya tadi uang kamu yang seribu terbang ke kursi depan. Makanya dek, kalau diangkot jangan ketiduran.”
Waaahh… slamet deh gua.
Disunat Pak Mantri
Ini cerita di sewaktu saya masih duduk
di kelas 6 SD, waktu itu temen2 saya yang sebaya udah pada pada sunat
semua karena merasa malu belum di sunat saya minta ke orang tua untuk di
sunat. Karena orang tua juga senang saya mau di sunat, besok pagi saya
di bawa ke mantri (klinik). Si mantri mempersilah kan saya naik ke
tempat tidurnya, dengan memberanikan diri saya langsung naik ke tempat
tidur.engga berapa lama selesai saya di sunat, alangkah senangnya karena
engga merasa sakit.
Trus si mantri mempersilahkan turun karena sudah selesai saya langsung aja pergi keluar untuk pulang.kemudian si mantri memanggil saya karena saya belum di suntik, saya kembali beranikan diri untuk naik ke tempat tidur namun si mantri bilang :
“Engga usah naik di sini aja, buka sarungnya”
Dengan posisi lagi nungging si mantri menyuntik pantat saya. Karena saya terkejut saya secara reflex saya kentut… aduh malu banget sama tuh mantri karena muka si mantri pas di belakang pantat saya…
Trus si mantri mempersilahkan turun karena sudah selesai saya langsung aja pergi keluar untuk pulang.kemudian si mantri memanggil saya karena saya belum di suntik, saya kembali beranikan diri untuk naik ke tempat tidur namun si mantri bilang :
“Engga usah naik di sini aja, buka sarungnya”
Dengan posisi lagi nungging si mantri menyuntik pantat saya. Karena saya terkejut saya secara reflex saya kentut… aduh malu banget sama tuh mantri karena muka si mantri pas di belakang pantat saya…
CERITA LUCU ISLAMI : KHUSYUK
Nasrudin sedang berada dimasjid, duduk khusyuk berdoa dideretan orang-orang yang alim.
Tiba-tiba salah seorang diantara mereka nyeletuk, ”Aku ragu.., jangan-jangan kompor dirumah masih menyala.”
Tiba-tiba salah seorang diantara mereka nyeletuk, ”Aku ragu.., jangan-jangan kompor dirumah masih menyala.”
Orang yang duduk disebelahnya berkata: ”Dengan bicara begitu, doamu batal lho.
Kamu harus mulai lagi dari awal.”
”Kamun juga,” kata orang yang duduk disebelah orang yang kedua ini.
”Alhamdulillah!!” kata Nasrudin keras-keras”, Untung aku tidak bicara.”
”Alhamdulillah!!” kata Nasrudin keras-keras”, Untung aku tidak bicara.”
CERITA LUCU DARI PAPUA
Skali Pace Yaklep mabuk berat malam
minggu, Yaklep trus tidur deng teman-teman di got samping gereja. Begitu
lonceng minggu pagi berbunyi dorang kaget trus bangun dan ikut masuk di
gereja. Pace Yaklep de pace Kon dorang duduk rapi di bangku belakang
trus hari itu pendeta sedang cerita mengenai mujizat Nabi Musa
menyebrangi laut.
Tapi dorang dua bingung geleng–geleng kepala bagaimana mungkin Musa
bisa menyebrang laut yah, terus jemaat semua berdiri dan menyanyikan
lagu : “Deng apa MUSA Menyebrang…? Berlayar Tidak… Berenang Tidak…”
Dorang dua dibelakang langsung ikut menyanyi dan menjawab, “Mungkin Dia
Molo kah…?”CERITA LUCU ROHANI KRISTEN
Dengan bersemangat Pak Pendeta
mengkhotbahkan 1 Timotius 6:7, “Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke
dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.”
Lalu terdengar komentar Didik kepada Hari yang duduk di sebelahnya,
“Wah … Pak Pendeta seharusnya dengar dulu cerita saya. Orang mati tetap
saja bawa harta.”
Hari bertanya dengan heran, “Maksudmu apa?”
Lalu Didik menjawab dengan serius, “Ya kayak si Jack yang meninggal 6 bulan lalu, dia membawa uang saya 3 juta rupiah.”
CERITA LUCU GUS DUR
Gus Dur sering ceplas-ceplos ketika
mengkritik. Tidak terkecuali ketika mengkritik polisi. ketika ditanya
wartawan sebuah televisi swasta inilah jawaban Gusdur yg memicu gelak
tawa:
Wartawan: Gus.. menurut anda polisi yang paling jujur di Indonesia siapa?
Gusdur: di negeri ini hanya ada tiga polisi yang jujur. “Pertama,
patung polisi. Kedua, polisi tidur. Ketiga, polisi Hoegeng (mantan
Kapolri).”
spontan riuh tawapun membahana. wakakak.
Sabtu, 17 Maret 2012
Cafe Suro
Tempat nongkrong unik dengan suguhan beberapa menu makanan dan minuman yang juga unik dan kenikmatan tiada tara..hahahaha. Dengan pertunjukan music akustik yang begitu memukau juga tersaji di "Cafe Suro". Tempat sederhana dengan fasilitas yang sangat lengkap dan sangat cocok untuk nongkrong atau bercengkerama dengan rekan bisnis, teman, pacar dan juga keluarga. Apalagi disaat waktu malam hari yang begitu sunyi senyap menyelimuti hati anda, cepatlah beranjak dari tempat duduk anda, buka pintu rumah anda dan bergegaslah datang ke "Cafe Suro", saya berani jamin rasa gelisah atau galau yang anda derita pasti lenyap dengan seketika saat kalian duduk menikmati sajian yang sudah terdaftar di menu sambil menikmati alunan music Akustik klasik yang dibawakan oleh anak-anak muda berbakat di "Cafe Suro"...
Tempatnya cukup strategis di pinggir jalan raya, di selatan Terminal Tembok rejo Muncar. Mungkin sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kalian bila saya menyebutkan "Cafe Suro"... Jangan ragu, jangan bimbang dan jangan banyak menunggu waktu yang panjang, buruan datang ke "Cafe Suro" yang sudah terkemas dengan apik di dalamnya... SELAMAT DATANG DI CAFE SURO DAN SELAMAT MENIKMATI...
Tempatnya cukup strategis di pinggir jalan raya, di selatan Terminal Tembok rejo Muncar. Mungkin sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kalian bila saya menyebutkan "Cafe Suro"... Jangan ragu, jangan bimbang dan jangan banyak menunggu waktu yang panjang, buruan datang ke "Cafe Suro" yang sudah terkemas dengan apik di dalamnya... SELAMAT DATANG DI CAFE SURO DAN SELAMAT MENIKMATI...
Langganan:
Postingan (Atom)





















